CONTOH LAPORAN PPL REAL JURUSAN BAHASA INDONESIA: LAPORAN AKHIR PPL REAL DI SMK NEGERI 2 SERIRIT PADA SEMESTER GANJIL 2017/2018 - Mininewspaper

Breaking News

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 12 November 2019

CONTOH LAPORAN PPL REAL JURUSAN BAHASA INDONESIA: LAPORAN AKHIR PPL REAL DI SMK NEGERI 2 SERIRIT PADA SEMESTER GANJIL 2017/2018





LAPORAN AKHIR PPL REAL
DI SMK NEGERI 2 SERIRIT
PADA SEMESTER GANJIL 2017/2018







OLEH
NAMA                        : NOVIANA WINDRI RAHMAWATI
NIM                            : 1412011070
JURUSAN                  : PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA
  INDONESIA
KELAS                       : C
FAKULTAS                : BAHASA DAN SENI







UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
TAHUN 2017



KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan yang Maha Esa karena berkat rahmat dan anugerah-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Akhir PPL-Real ini tepat pada waktunya. Laporan ini juga sekaligus sebagai bukti bahwa penulis telah mengikuti PPL-Real di SMK Negeri 2 Seririt.
Terimakasih disampaikan pada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyusun dan menyelesaikan laporan PPL-Real ini, antara lain:
1.     LPPPM Undiksha Singaraja yang telah mengadakan program bermanfaat ini dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan kegiatan PPL-Real di SMK Negeri 2 Seririt serta memberikan bimbingan pada setiap monitoring.
2.     I Made Sirsa, M.Pd., selaku Kepala SMK Negeri 2 Seririt yang bersedia menerima penulis untuk praktik mengajar di sekolah yang Beliau pimpin.
3.     Putu Novi Ariani, S.Pd., selaku guru pamong yang telah banyak membantu dan membimbing penulis selama menjalankan program PPL-Real di SMK Negeri 2 Seririt.
4.     Ida Ayu Made Darmayanti S.Pd, M.Pd., selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga penulis dapat mengikuti kegiatan PPL-Real ini dengan baik.
5.     Bapak/Ibu guru beserta seluruh staf pegawai di lingkungan SMK Negeri 2 Seririt yang selalu memberikan kesempatan kepada penulis untuk ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan sekolah dan telah banyak memberikan pengalaman dan informasi sehingga pelaksanaan PPL-Real ini dapat berjalan dengan lancar dan penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.
6.     Rekan-rekan mahasiswa PPL-Real yang telah banyak memberikan dukungan serta bantuan kepada penulis dalam kegiatan PPL-Real.
7.     Siswa-siswi SMK Negeri 2 Seririt khususnya kelas X yang telah ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan PPL-Real sehingga penulis dapat menemukan dan mendapatkan pengalaman yang berharga sebagai seorang calon guru  dalam memahami profesi guru.
Penulis menyadari bahwa laporan PPL-Real ini masih jauh dari sempurna, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif dari semua pihak. Akhir kata penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan atau kesalahan- dalam penyusunan laporan ini. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca.
Seririt, 17 Oktober 2017



Noviana Windri Rahmawati
1412011070
  
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
SURAT PERNYATAAN
SURAT KETERANGAN MAJU UJIAN
SURAT KETERANGAN AKTIF
KATA PENGANTAR
PERNYATAAN
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang                                                                                                    1
1.2     Rumusan Masalah                                                                                              4
1.3     Tujuan                                                                                                                 4
1.4     Manfaat                                                                                                               4

BAB II HASIL TEMUAN PPL DAN PEMBAHASAN
2.1  Solusi Tawaran Perbaikan Pembelajaran                                                            5
2.2     Pembahasan                                                                                                        11

BAB III PENUTUP
3.1  Simpulan                                                                                                              17
3.2     Saran                                                                                                                   17
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN








BAB I
PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang
Dalam lingkup pendidikan yaitu sekolah, guru memegang peranan yang amat penting dan strategis. Kelancaran proses seluruh kegiatan pendidikan terutama di sekolah, sepenuhnya berada dalam tanggung jawab para guru. Guru adalah seorang pemimpin yang harus mengatur, mengawasi dan mengelola seluruh kegiatan proses pembelajaran di sekolah yang menjadi lingkup tanggung jawabnya. Guru memegang peranan yang sangat penting dan strategis dalam upaya membentuk watak bangsa dan mengembangkan potensi siswa dalam kerangka pembangunan pendidikan di Indonesia. Ini dapat dilihat dalam pembukaan UUD 1945 tercantum salah satu dari tujuan Negara Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Program pengalaman lapangan (PPL) merupakan kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan, sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh dalam bangku perkuliahan. Tujuan pelaksanaan praktik pengalaman lapangan adalah untuk membentuk mahasiswa praktikan agar menjadi calon tenaga kependidikan yang professional, sesuai dengan prinsip prinsip pendidikan berdasarkan kompetensi, yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional, dan kompetensi sosial. Kegiatan PPL ini merupakan sebuah rangkaian yang dilaksanakan secara bertahap dan terpadu dalam bentuk orientasi lapangan, pelatihan terbatas, pelatihan terbimbing, dan pelatihan mandiri yang terjadwal secara sistematis yang difasilitasi dosen pembimbing dan guru pamong secara kolaboratif. Salah satu bentuk Program Pengalaman Lapangan ini adalah PPL-Real.
Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja sebagai salah satu lembaga kependidikan yang profesional. Fungsinya menghasilkan tenaga-tenaga kependidikan yang meningkatkan mutu lulusan antara lain dengan menjalankan kerjasama dengan berbagai pihak yang berkompeten dalam penyelenggaraan pendidikan. Universitas Pendidikan Ganesha sebagai penghasil tenaga kependidikan menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah sebagai upaya penerapan tenaga kependidikan yang profesional.
Dalam kaitannya dengan pengembangan tenaga kependidikan, diperlukan satu strategi dan taktik untuk memperoleh hasil tenaga kependidikan yang benar-benar mempunyai kompetensi tingkat tinggi dan interpersonal skills yang mampu menghadapi tuntutan masa depan. Untuk itu salah satu upaya yang dilakukan Undiksha Singaraja yaitu melakukan Program Pengenalan Lapangan (LPPL) yang dilakukan secara bertahap dan terpadu berlandaskan kemitraan untuk mengetahui bagaimana kemampuan seorang calon guru untuk menjadi seorang calon guru yang handal dan berkualitas. Program yang dilakukan yaitu kegiatan Program Pengalaman Lapangan.
Kegitan PPL-Real pada umunya bertujuan untuk melatih mahasiswa calon guru agar memiliki kemampuan memeragakan kinerja dalam situasi nyata dalam kegitan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainya. Secara khusus PPL- Real bertujuan agar mahasiswa dapat membina dan menyerap pengalaman secara langsung dan cermat tentan: lingkungan fisik sekolah, administrasi, akademik dan sosial-psikologis sekolah, penguasaan berbagai keterampilan dasar mengajar, pengembangan kompetensi pembelajaran bidang studi yang menjadi spesialisasinya. Selain bertujuan untuk mengetahui keadaan fisik sekolah dan pengembangan kompetensi pembelajaran bidanh studi geografi, mahasiswa juga dituntut untuk memberikan solusi tawaran perbaikan dalam pelajaran.

SMK Negeri 2 Seririt merupakan sekolah menengah kejuruan di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali yang berdiri berdasarkan No SK 324 Tahun 2007, tanggal SK 3 Mei 2007 dengan NPSN 50103728 NSS 34.2.2201.01.011 status Negeri.
Dalam perkembangannya SMK Negeri 2 Seririt memiliki 3 Jurusan yaitu Jurusan Multimedia, Teknik Komputer Jaringan (TKJ), dan Akuntansi. Pada 3 tahun belakangan ini Jurusan Akuntansi yang paling diminati oleh siswa dan diikuti oleh jurusan Multimedia dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Tetapi ini semua tidak mempengaruhi pada prestasi-prestasi siswa dalam bidak akademik maupun nonakademik.
Selama pelaksanaan PPL-Real di sekolah mitra yang telah ditentukan oleh LPPL Undiksha, mahasiswa akan didampingi oleh seorang Dosen Pembimbing yang ditunjuk dari pihak lembaga Undiksha dan seorang Guru Pamong yang ditunjuk oleh pihak sekolah mitra disesuaikan dengan bidang pendidikan mahasiswa masing-masing. Kegiatan PPL-Real dilakukan selama 10 minggu yaitu 1 minggu: kegiatan observasi dan orientasi lingkungan fisik sekolah, 4 minggu kegiatan PBM Terbimbing, 4 minggu kegiatan PBM Mandiri dan 1 minggu waktu ujian. Sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada lembaga, setiap mahasiswa peserta PPL-Real wajib menyusun sebuah laporan sebagai bukti fisik bahwa mahasiswa telah melaksanakan program. Laporan tersebut menyuratkan pengalaman-pengalaman yang diperoleh oleh mahasiswa selama di lapangan, mulai dari masa pengenalan atau observasi sampai pengalaman mengajar (terbimbing/mandiri). Laporan tersebut penulis gunakan sebagai umpan balik atau refleksi, dalam usaha pencarian jati diri untuk menjadi guru yang benar-benar berkompetensi, professional dan bermutu.
Untuk itulah disusun sebuah laporan pengalaman lapangan mengajar sebagai bekal untuk nanti benar-benar terjun menjadi guru yang professional. Laporan ini menggambarkan bagaimana keadaan lingkungan fisik sekolah, administrasi sekolah, kegiatan pembelajaran secara terbimbing, dan kegiatan mahasiswa dalam kegiatan secara mandiri. Besar harapan laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya bagi para bakal calon guru yang professional. Pengembangan dan pengadaan materi ajar adalah salah satu strategi yang dalam prakteknya melibatkan siswa di lapangan secara langsung. Pengembangan pengadaan materi ajar tentunya harus disesuaikan dengan kondisi siswa didik di mana setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Dengan demikian dalam satu kelas kemampuan setiap siswa sudah tentu berbeda satu sama lainnya.
Sehubungan dengan Program Pengalaman Lapangan (PPL-Real) dan permasalahan-permasalah yang ada di sekolah latihan maka sudah menjadi kewajiban penulis sebagai mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja melakukan kegitan tersebut dan berusaha memberikan solusi penawaran perbaikan pembelajaran di SMK Negeri 2 Seririt.
1.2      Rumusan Masalah
           Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, permasalahan-permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut.
1.2.1       Apa solusi tawaran perbaikan pembelajaran yang cocok untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi?
1.2.2       Bagaimana pembahasan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan solusi tersebut?

1.3      Tujuan
Dari uraian rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.3.1       Untuk mengetahui solusi tawaran perbaikan pembelajaran yang cocok untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi.
1.3.2       Untuk mengetahui pembahasan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan solusi yang ditawarkan.

1.4      Manfaat
Hasil laporan ini memiliki manfaat bagi bidang pendidikan dan individu, baik siswa maupun guru
1.       Dalam bidang pendidikan
Sebagai tenaga pengajar yang mengemban tugas untuk mencerdaskan anak bangsa dan menjauhkanya dari kebodohan, banyak metode yang mungkin dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas untuk meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pelajaran.
2.       Manfaat bagi Siswa dan Guru
Manfaat bagi siswa terlihat pada hasil peningkatan minat belajar siswa dengan cara mengajar yang cenderung tidak monoton.




BAB II
SOLUSI TAWARAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN DAN PEMBAHASAN

2.1     Solusi Tawaran Perbaikan Pembelajaran
Berdasarkan kegiatan orientasi awal, observasi, pelatihan terbimbing, dan pelatihan mandiri yang telah dilakukan oleh mahasiswa PPL-Real di SMK Negeri 2 Seririt penulis menemukan beberapa hasil pengamatan berupa permasalahan terhadap kegiatan dan proses pembelajaran. Permasalahan– permasalahan tersebut antara lain:
1.       Siswa cenderung kurang fokus dalam mengikuti pembelajaran. Mereka terkadang membuat diskusi sendiri di luar pelajaran, sibuk mengerjakan pekerjaan lain yang tidak berhubungan dengan kegiatan pembelajaran, mengantuk, atau membuat tugas lain di luar mata pelajaran yang bersangkutan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya minat, motivasi, dan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi kurang efektif.
2.       Siswa merasa kesulitan dalam membayangkan atau memvisualisasikan konsep-konsep yang bersifat abstrak. Hal ini disebabkan karena siswa kurang intensif dan serius mempelajari materi, mereka biasanya hanya membaca sekilas dan melihat contoh-contoh yang diberikan. Selain itu kurangnya latihan juga dapat membuat siswa tidak dapat membayangkan konsep- konsep yang abstrak.
3.       Dalam kegiatan diskusi kelompok, hanya beberapa siswa yang menjawab pertanyaan yang diberikan. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah kurangnya motivasi dan niat dari dalam diri siswa tersebut. Selain itu, sebagian besar siswa memiliki kemampuan menengah ke bawah, sehingga beberapa siswa hanya mengandalkan siswa yang pintar saja dalam menjawab pertanyaan yang diberikan.
4.       Pemahaman konsep yang kurang. Siswa kurang mampu mengaitkan informasi yang diketahui dengan konsep yang telah dimiliki. Hal tersebut dapat terlihat jika terdapat suatu permasalahan yang sedikit berbeda dengan contoh yang diberikan sebelumnya, maka siswa akan kebingungan bahkan tidak dapat menyelesaikan masalah sesuai prosedur.
5.       Inisiatif siswa dalam mencari sumber belajar tergolong kurang. Dalam satu kelas, tidak semua siswa memiliki buku sumber yang digunakan sebagai acuan utama dalam pembelajaran.
6.       Siswa yang tidak ada keinginan belajar terkadang membuat keributan dan kegaduhan sehingga mengganggu konsentrasi dan ketenangan siswa lainnya.
Berdasarkan permasalahan dalam pembelajaran tersebut, maka menurut penulis ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan proses pembelajaran agar dapat berjalan efektif, efisien, dapat menciptakan suasana/keadaan yang nyaman, siswa merasa senang, dan dapat menerima pelajaran dengan baik sehingga tujuan dalam pembelajaran dapat tercapai. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan agar pembelajaran bisa berjalan dengan baik adalah sebagai berikut.
2.1.1                Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan cara atau teknik yang digunakan oleh seorang guru untuk mengajar atau menyampaikan dan menjelaskan materi kepada siswa di kelas. Salah satu contoh metode pembelajaran yaitu PAIKEM, dan metode pembelajaran sangat erat kaitannya dengan strategi saat guru mengajar di kelas. Metode PAIKEM yaitu suatu metode pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Oleh karena itu dalam pelajaran bahasa Indonesia  khususnya seorang guru dituntut untuk menggukan metode pembelajaran ini.
Pada kenyataannya saat ini banyak guru yang mengajar dengan metode ceramah, dan siswa hanya dituntut untuk mendengarkan dan mencatat apa yang dijelaskan guru, jika hal ini terus terjadi maka siswa akan merasa bosan dengan pelajaran yang bersangkuatan. Maka untuk mengatasi kebosanan siswa maka seorang guru harus bisa menemukan dan menerapakan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan.
2.1.2       Model Pembelajaran
Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi peserta didik dengan pendekatan, metode dan teknik pembelajaran. Model pembelajaran tidak ada yang paling efektif untuk semua mata pelajaran atau untuk semua materi, pemilihan model pembelajaran untuk diterapakan guru di dalam kelas harus mempertimbangkan beberapa hal yaitu sebagai berikut yaitu:
·       Tujun pembelajaran
·       Sifat materi pelajaran
·       Keterbatasan fasilitas
·       Kondisi peserta didik
·       Alokasi waktu yang tersedia.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia seorang guru  harus bisa menerapakan model pembelajaran yang sesuai dengan kriteria yang telah dipaparkan di atas yaitu misalnya alokasi waktu, keterbatasan fasilitas dan sifat materi yang akan dijelaskan. Oleh karena itu berhubungan dengan pembelajaran bahasa Indonesia dan berdasarkan pengalaman mengajar kelas X Akuntansi dan Multimedia selama masa PPL-Real di SMK Negeri 2 Seririt, maka penulis menawarkan agar seorang guru bisa menerapakn model pembelajaran Kontekstual.
Pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang mengkaitkan materi pembelajaran dengan konteks dunia nyata yang dihadapi siswa sehari-hari baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, alam sekitar dan dunia kerja, sehingga siswa mampu membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran yakni : kontruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menyelidiki (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian autentik (authentic assessment).
Alasan perlu diterapkannya pembelajaran kontekstual adalah :
·       Sebagian besar waktu belajar sehari-hari di sekolah masih didominasi kegiatan penyampaian pengetahuan oleh guru, sementara siswa “dipaksa” memperhatikan dan menerimanya, sehingga tidak menyenangkan dan memberdayakan siswa.
·        Materi pembelajaran bersifat abstrak-teoritis-akademis, tidak terkait dengan masalah-masalah yang dihadapi siswa sehari-hari di lingkungan keluarga, masyarakat, alam sekitar dan dunia kerja.
·        Penilaian hanya dilakukan dengan tes yang menekankan pengetahuan, tidak menilai kualitas dan kemampuan belajar siswa yang autentik pada situasi yang autentik.
·       Sumber belajar masih terfokus pada guru dan buku. Lingkungan sekitar belum dimanfaatkan secara optimal.

2.1.3     Media Pembelajaran
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.
Karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu system, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen system pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal.
Ada beberapa jenis media pembelajaran diantaranya yaitu 1. Media visual (grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik), 2. Media audio (radio, laboratorium, dll), 3. Project Still Media )slide, OHP, dll), 4. Project Motion Media (film, video, computer, dll).
Pelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu pelajaran yang kurang diminati oleh siswa yang ada di SMK Negeri 2 Seririt. Hal ini terbukti dari hasil observasi dan wawancara langsung terhadap beberapa murid kelas X AK dan MM. Siswa tidak hanya tidak menyukai pelajaran  Bahasa Indonesia tetapi siswa terkadang kurang mengerti dan memahami apa yang dijelaskan oleh guru, terlebih lagi ketika mereka diajar oleh guru PPL mereka merasa lebih bebas untuk bergurau dan bertingkah laku yang kurang menyenangkan di kelas. Perilaku kurang tertib tersebut sering kali dilakukan oleh siswa terutama siswa laki-laki. Namun tidak semua kenakalan siswa ditunjukan dengan membuat suasana ribut di kelas, ada beberapa di antara siswa tidak menyumbang keributan namun juga tidak memperhatikan pelajaran, melainkan sibuk menggambar dan bercerita dengan teman di sampingnya. Hal ini disebabkan karena guru yang mengajar hanya terpaku pada buku teks dan tidak menggunakan media pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan minat dan menarik perhatian siswa saat proses belajar mengajar pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung. Maka perlu digunakan media pembelajaran yang dapat mendukung proses belajar mengajar, sehingga siswa dapat lebih mengerti, memerhatikan dan memahami apa yang dijelaskan.
            Penggunaan media pembelajaran sangat penting digunakan jika di kelas yang bersangkutan fasilitas pendukung pembelajaran tidak ada, misal pronyektor, maka dapat memanfaatkan media visual yang berupa caption, gambar, poster dan media audio yang berupa radio atau rekaman suara sebagai penggantinya. Hal ini dipandang penting menggunakan media visual berupa caption, gambar, poster karena dalam pelajaran Bahasa Indonesia juga banyak terdapat gambar-gambar. Sedangkan media audio berupa radio atau rekaman suara juga bisa mendukung pembelajaran agar perhatian siswa lebih terpusat. Selain itu, tujuan lain yaitu jika cuma dijelaskan saja maka siswa tidak akan mengerti dan memahami apa yang dijelaskan guru di kelas. Penggunaan media pembelajaran seperti caption, gambar, poster atau radio tentunya memiliki beberapa manfaat yaitu dapat mempermudah proses belajar mengajar, meningkatkan efisiensi belajar mengajar, menjaga relevansi dengan tujuan pembelajaran, dan membantu konsentrasi siswa. Oleh karena itu sebagai solusi yang ditawarkan penulis selama melakukan praktek mengajar di SMK Negeri 2 Seririt dengan menggunakan media visual yang berupa caption, gambar, poster dan media audio yang berupa radio atau rekaman suara. Dan disarankan kepada guru mata pelajaran bahasa indonesia juga perlu menggunakan media pembelajaran.

2.1.4     Respon Siswa
Respon Siswa Terhadap Metode PIKEM, Model pembelajaran kontekstual dan media pembelajara yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar Kelas X SMK Negeri 2 Seririt sangat antusias. Ada beberapa hal yang ditemukan setelah penulis melakukan kegiatan pembelajaran ini.
Yang pertama, siswa tidak lagi meremehkan pelajaran bahasa Indonesia. Ini dibuktikan saat ditugaskan membuat tulisan tentang teks observasi dan eksposisi, siswa mengerjakan dengan sungguh-sungguh. Tulisan yang ditulispun lebih “jujur”. Tugas berkelompok pun juga setiap anggota ikut terlibat membuat tugas yang diberikan.
Yang kedua, siswa menjadi lebih termotivasi dalam mempelajari bahasa Indonesia. Ini dikarenakan diberikan poin berupa tanda tangan menggunakan tinta merah dengan point 1, tinta kuning dengan poin 2, dan tinta hijau dengan poin 3 untuk siswa yang aktif tanya-jawab saat pelajaran berlangsung, mengerjakan tugas tepat waktu dan melebihi jumlah minimal yang ditentukan. Inilah yang membuat siswa selalu betah dan selalu antusias bertanya maupun menjawab pertanyaan tentang materi bahasa Indonesia yang diberikan yang diberikan.
Yang ketiga, siswa lebih memperhatikan penjelasan penulis saat menerangkan karena perhatian siswa terpusat pada media yang digunakan. Selain itu siswa juga lebih mudah memahami penjelasan ini terbukti saat penulis melakukan wawancara dengan beberapa siswa tentang proses pembelajaran berlangsung.



2.2      Pembahasan
2.2.1 Pengalaman selama PPL-Real
Berdasarkan pengalaman mengajar yang didapatkan penulis selama melaksanakan kegiatan PPL-Real maka didapatkan temuan hasil mengajar sesuai dengan solusi perbaikan pembelajaran yang ditawarkan berdasarkan situasi dan kondisi siswa di SMK Negeri 2 Seririt, khususnya kelas X AK 1. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, permasalahan siswa terletak pada kurangnya motivasi belajar, kurang berminatnya siswa terhadap pelajaran Bahasa Indonesia serta keterbatasan fasilitas proses belajar mengajar. Kurangnya motivasi dan kurang berminatnya siswa terhadap pelajaran Bahasa Indonesia menghambat siswa dalam mengerti dan memahami topik/materi pelajaran, apalagi dalam pelajaran bahasa indonesia yaitu pada semester 1 banyak terdapa gambar-gambar dan membahas tentang teks eksposisi, nah dalam hal ini jika guru hanya menjelaskan saja maka siswa tidak akan memahami dan mengerti tentang meteri tersebut. Sehingga dalam pembelajaran penulis mencoba menerapkan dan menggunakan media pembelajaran berupa media visual berupa Caption untuk mengatasi kelemahan siswa tersebut. Penerapan metode ini pada saat pembelajaran bahasa indonesia sangat efektif untuk memudahkan siswa mengerti materi yang diajarkan, karena semua perhatian siswa tertuju pada Caption yang diletakan di papan sedangkan gambar diberikan pada masing-masing kelompok. Selain menggunakan media visual caption dan gambar penulis juga menerapkan model pembelajaran kontekstual.
Dari penerapan metode dan media pembelajaran ini, siswa mengakui bahwa mereka lebih jauh mengerti dan lebih cepat mengerti pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu manfaat dari metode ini juga sangat menguntungkan siswa, di mana siswa dapat mengingat dan memahami materi Bahasa Indonesia yang dijelaskan, misalnya materi tantang menulis paragraf eksposisi.
Dalam hal ini motivasi siswa untuk belajar, penulis telah menerapakan penggunaan media pembelajaran untuk membangkitkan semangat belajar siswa, yaitu diantaranya dengan menggunakan gambar. Tidak dipungkiri, siswa memang lebih berminat belajar apabila guru menyampaikan pelajaran dengan cara yang menyenangkan. Pengalaman penulis dalam mengajar menggunakan Caption menghasilkan dampak yang sangat positif terhadap kemajuan siswa. Dalam hal ini, penulis menginstruksikan siswa untuk memperhatikan gambar yang berkaitan dengan materi pelajaran secara berkelompok, kemudian guru akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan kembali apa yang mereka lihat dari gambar tersebut. Hasil dari kegiatan ini cukup memuaskan, selain siswa dapat bersaing sehat dalam menjelaskan kembali apa yang bisa mereka tangkap dari gambar bersangkutan.
Dari kegitan mengajar yang diterapkan selama mengajar di SMA SMK Negeri 2 Seririt, siswa merasa lebih menikmati pelajaran dan melupakan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang kurang menyenangkan. Bahkan penulis menemukan perkembangan siswa yang sedikit meningkat pada saat pembelajaran menggunakan media yang menarik seperti caption dan gambar-gambar. Di sisi lain penggunaan media pada saat mengajar harus didukung dengan penggunaan metode yang tepat pula.
Masih dalam kaitanya dengan kemampuan siswa, yang mana secara individu masih lemah untuk menguasai materi pelajaran Bahasa Indonesia, maka penulis menerapkan metode belajar dalam bentuk kelompok untuk mengerjakan tugas. Penulis sebagai guru PPL yang telah menerapakan metode ini selalu mengontrol keaktifan masing-masing kelompok dan juga individu dalam mengerjakan tugas kelompok. Selain itu guru juga perlu harus selalu memberikan motivasi secara terus menerus dan memberikan poin lebih dan pujian kepada siswa yang aktif sehingga siswa terus termotivasi untuk belajar dan mengerjakan tugas secara individu maupun kelompok. Sehingga mereka akan termotivasi untuk mengerjakan tugas, tanya jawab dan mendapatkan hasil yang maksimal.

2.2.2 Hasil Temuan
A. Observasi Guru Model
Selama masa observasi dan orientasi, penulis mengadakan pengamatan terhadap guru model yang juga merupakan guru pamong. Berikut hasil pengamatan penulis terhadap guru model.
OBSERVASI GURU MODEL
1.             Nama Guru                      : Putu Novi Ariani, S.Pd.
Kelas                               : X MM 2
Mata Pelajaran                : Bahasa Indonesia
Jam Pelajaran                  : 4-5
Hari/Tanggal                   : Senin, 21 Agustus 2017
I. Pendahuluan
            Ketika guru memasuki kelas, siswa serempak mengucapkan salam. Guru melakukan presensi kepada siswa. Setelah itu, guru membahas PR pada pertemeuan sebelumnya yang akan berhubungan dengan materi yang akan dipelajari siswa selanjutnya. Setelah selesai membahas PR, guru kemudian mengkaitkan pemahaman siswa dengan matemari yang akan dipelajari selanjutnya. Kegiatan kemudian adalah apersepsi yang dilakukan oleh guru dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan pancingan pada siswa. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan akan menyebebkan siswa mengingat materi sebelumnya tanpa perlu diberitahukan oleh guru dengan jelas. Kegiatan ini berlangsung sekitar 15 menit.
II. Inti
            Guru memberikan penjelasan mengenai “Verba dan Nomina” dalam teks laporan hasil observasi.  Guru kemudian meminta siswa untuk mengamati dan memahami  penjelasan dan contoh yang diberikan sejenak agar siswa memiliki kemandirian dalam belajar. Setelah itu, guru memberikan kesempatan pada beberapa siswa untuk memberikan contoh.
            Setelah beberapa siswa menjawab, guru kemudian memberikan penguatan positif berupa penghargaan kepada siswa yang menjawab dengan tidak mempedulikan ketepatan jawaban yang diberikan oleh siswa. Hal ini agar siswa memiliki mental dan motivasi tinggi saat belajar.
            Selanjutnya, guru meminta siswa untuk mengerjakan tugas pada buku paket yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Setelah siswa selesai mengerjakan soal, guru memberikan kesempatan pada siswa untuk membahas tugas bersama-sama. Kemudian, guru akan mengkonfirmasi kembali jawaban siswa dan meluruskan kesalahan yang dilakukan oleh siswa saat menjawab soal.
III. Penutup
            Pada kegiatan penutup, guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi yang telah dipelajari agar siswa memiliki pemahaman yang pasti mengenai materi. Kemudian, guru memberikan PR kepada siswa dan mengumumkan bahwa PR akan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya. Kemudian, guru bersama-sama dengan siswa menghaturkan parama santih.

2.             Nama Guru                      : Made Dwi Gatrini, S.Pd.
Kelas                               : X MM 2
Mata Pelajaran                : Fisika
Jam Pelajaran                  : 6-8
Hari/Tanggal                   : Senin, 21 Agustus 2017

I. Pendahuluan
Saat memasuki ruang kelas, ketua kelas mengkoordinir siswa lain untuk berdiri dan mengucapkan salam pembuka. Guru mengabsen siswa yang tidak hadir.  Selanjutnya guru memberikan apersepsi tentang pembelajaran. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih 10 menit.
II. Inti
            Kegiatan inti yang dilakukan guru model yaitu pembahasan soal-soal terkait materi pokok pengukuran. Ketika guru melakukan pembahasan soal, siswa memperhatikan dengan baik walaupun masih ada beberapa siswa yang main-main dalam proses pembelajaran. Selama kegiatan tersebut, siswa yang tidak mengerti mengangkat tangan dan menanyakan sesuatu yang kurang dimengerti.
III. Penutup
Sebelum menutup pelajaran, guru menanyakan apakah siswa sudah mengerti dengan materi yang sudah dijelaskan. Guru memberikan tugas belajar dirumah kepada siswa untuk mempelajari materi selanjutnya. Sebelum meninggalkan ruangan guru dan siswa mengucapkan salam penutup.

3.             Nama Guru                      : Putu Christina D A P, S.Pd.
Kelas                               : X MM 2
Mata Pelajaran                : Matematika
Jam Pelajaran                  : 4-5
Hari/Tanggal                   : Kamis, 24 Agustus 2017
I. Pendahuluan
            Ketika guru memasuki kelas, ketua kelas mengkoordinir siswa lainnya untuk berdiri dan mengucapkan salam. Guru mengawali pembelajaran dengan mengecek kehadiran siswa. Sebelum ke materi pokok, guru memberikan permasalahan berupa soal yang dituliskan di papan tulis kepada siswa terkait materi yang telah diajarkan sebelumnya. Siswa mengerjakan soal, setelah itu soal dibahas bersama guru dan siswa.
II. Inti
            Guru melanjutkan pembelajaran pertemuan sebelumnya. Dalam kegiatan pembelajaran, guru meminta siswa untuk membaca buku paket atau bahan ajar mengenai materi “logaritma”. Setelah siswa selesai membaca buku, guru menjelaskan materi dan memberikan catatan. Selama guru menjelaskan, siswa memperhatikan dengan baik. Kemudian guru memberikan beberapa contoh terkait materi yang diajarkan, guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan sesuatu hal tidak dimengerti oleh siswa. Selanjutnya, guru menuliskan beberapa soal dan meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal tersebut. Setelah semua siswa selesai mengerjakan soal, guru meminta salah satu siswa untuk maju kedepan menuliskan jawaban yang telah di kerjakan. Selama proses tersebut, guru meluruskan kesalahan yang dilakukan oleh siswa.
III. Penutup
            Pada kegiatan penutup, guru kembali menanyakan apakah ada hal atau sesuatu yang kurang jelas kepada siswa. Sebelum mengakhiri pembelajaran, guru memberikan tugas baca kepada siswa untuk materi selanjutnya. Sebagai penutup, guru dan siswa menyampaikan salam penutup


BAB III
PENUTUP

3.1  Simpulan
Berdasarkan pemaparan di atas tentang pengalaman melaksanakan PPL-Real di SMK Negeri 2 Seririt, berikut simpulan-simpulan yang dapat penulis uraikan yaitu sebagai beriktu:
1.     Kendala yang dihadapi oleh mahasiswa PPL Undiksha saat praktek mengajar di SMK Negeri 2 Seririt bahwasanya permasalaha siswa terletak pada siswa cenderung kurang fokus dalam mengikuti pembelajaran, siswa merasa kesulitan dalam membayangkan atau memvisualisasikan konsep-konsep yang bersifat abstrak, dalam kegiatan diskusi kelompok, hanya beberapa siswa yang menjawab pertanyaan yang diberikan, pemahaman konsep yang kurang, inisiatif siswa dalam mencari sumber belajar tergolong kurang, siswa yang tidak ada keinginan belajar terkadang membuat keributan dan kegaduhan sehingga mengganggu konsentrasi dan ketenangan siswa lainnya.
2.     Penulis mencoba menerapakan dan menggunakan metode PAIKEM yaitu suatu metode pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan dalam proses belajar mengajar. Penulis juga menerapkan model pembelajaran kontekstual. Selain metode dan model pembelajaran penulis juga menerapkan media pembelajaran berupa media visual (caption dan gambar). Media pembelajaran berupa media visual berupa Caption dan gambar untuk mengatasi kelemahan siswa tersebut. Penerapan metode ini pada saat pembelajaran Bahasa Indonesia sangat efektif untuk memudahkan siswa mengerti materi yang diajarkan, karena semua perhatian siswa tertuju pada Caption yang diletakan di papan dan gambar yang diberikan pada setiap masing-masing kelompok. Selain menggunakan media pembelajaran visual yang berupa caption dan gambar.. Dari penerapan metode, model dan media pembelajaran ini, siswa mengakui bahwa mereka lebih jauh mengerti dan lebih cepat mengerti pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu manfaat dari metode ini juga sangat menguntungkan siswa, di mana siswa dapat mengingat dan memahami materi teks eksposisi yang dijelaskan.

3.2  Saran
Sebuah penilaian tidak akan berguna jika tidak terdapat tindak lanjut dari hasil penilaian tersebut. Begitu pula jika tidak terdapat saran yang diberikan. Maka tidak akan ada tindak lanjut yang dilakukan. Untuk itu berdasarkan simpulan di atas maka saran yang dapat penulis sampaikan adalah:
1.     Guru diharapkan dapat menjelaskan materi lebih rinci kepada siswa dengan menggunakan bahan-bahan atau materi ajar serta harus menggunakan media pembelajaran.
2.     Guru diharapkan melakukan pendekatan kepada siswa sehingga guru bisa memahami karakter siswa dan mengerti apa yang harus diperlakukan oleh  guru kepada siswa.
3.     Guru sebaiknya lebih sering menggunakan dan menguasai RPP, sehingga pada saat mengajar seorang guru tidak harus terus membaca materi yang ada di RPP.



DAFTAR PUSTAKA
Google.com (online)
Achmadi. 2016. “Pengertian Media Pembelajaran”. Tersedia: https://www.padamu.net/pengertian-media-pembelajaran (diakses pada 8 Oktober 2017)
 Hariyanto. 2009. “Macam-macam Metode Pembelajaran”. Tersedia: http://belajarpsikologi.com/macam-macam-metode-pembelajaran/ (Diakses pada 8 Oktober 2017)
Merdhana, I Nyoman. 2007. Petunjuk Praktis PPL-Real Universitas Pendidikan Ganesha. LPPL IKIP Negeri Singaraja (tidak diterbitkan).
Puji, Eka Rahayu dkk. 2013.  Laporan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Smp Negeri 1 Kuripan Periode 2013/2014 Kabupaten Lombok Barat. Lombok Barat: Universitas Mataram.
Sarna, Ketut dkk. 2007 Buku Pedoman Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL). LPPL Universitas Pendidikan Ganesha (tidak diterbitkan).
Sudiadnyana, I Komang Hendra. 2013. Laporan Akhir PPL-REAL di SMK Negeri 2 Seririt pada Semester Ganjil 2013/2014. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.
Widja, I Gede. 1997. Buku Pedoman Program Pengalaman Lapangan (PPL) STKIP Singaraja. Unit PPL STKIP Singaraja (tidak diterbitkan).
Wijianto, Andi. 2012. Laporan Individu Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.





 
 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages