Pemutaran Film “Ketika Bung di Ende” 2016 Ramai - Mininewspaper

Breaking News

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 21 November 2016

Pemutaran Film “Ketika Bung di Ende” 2016 Ramai











Prima Duria Nirmalawati  Wakil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memberi sambutan di pembukaan pemutaran film “Ketika Bung di Ende” Selasa 15 November 2016.
 
 





Singaraja (15/11) Pemutaran film “Ketika Bung di Ende” yang berlangsung di Taman Kota Singaraja adalah kegiatan untuk memperingati hari pahlawan 10 November 2016. Acara tersebut merupakan acara yang digelar keempat kalinya. Pemutaran film ini merupakan kegiatan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Pusat Pengembangan Perfilman. Tujuan diadakan kegiatan pemutaran film adalah masyarakat bisa menonton film Indonesia lebih banyak dan mengapresiasi film-film Indonesia.
 “Ketika Bung di Ende” merupakan salah satu film persembahan dari pusat pengembangan perfilman Kementerian dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pemutaran film tersebut bertujuan untuk mengetahui sejarah Bung Karno saat Beliau berada di Ende. “Dalam menyaksikan dan menonton dokumenter yang kita saksikan bersama-sama tidak semata-mata hanya menonton tetapi kita lebih memaknai bahwa kita selaku regenerasi yang bisa menikmati kemerdekaan  bisa mengisi kemerdekaan”. Ucap Bapak Camat Buleleng saat memberikan sambutannya.





 


Kegiatan nonton film Indonesia ini merupakan salah satu kegiatan nawacita Presiden Jokowi. Presiden Jokowi ingin masyarakat di kecamatan-kecamatan menonton film Indonesia. Prima Duria selaku wakil dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaa berharap masyarakat Kecamatan Buleleng ini akan lebih banyak menonton film Indonesia dan membanggakan serta mencintai  film-film Indonesia yang bernilai budaya, karifan lokal dan berkarakter bangsa.
Dalam kegiatan pemutaran film ini juga terlihat beberapa polisi yang melakukan pengamanan.  Penonton yang datang didominasi dari kalangan pelajar dan mahasiswa. “Saya kesini hanya penasaran dengan jalan cerita filmnya. Untuk kedepan seharusnya penontonnya tidak usah pakai bangku agar sama rata.” Ujar Dedi Irawan, salah satu Mahasiswa yang ikut menonton.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages